MAJALAH PENGHIBURKU's photostream on Flickr.
PARA KOORDINATOR DAN PENULIS
Rekan Kerja "Melawan Sunyi Mengukir Prestasi". Blog Tuna Rungu. Sejak 15 Januari 2012. Visi kami: "Allah menulis elok di atas garis-garis bengkok". Pegangan kami: "Kata yang terucap bisa dilupakan. Kata yang tertulis akan menetap. Maka, menulislah."
Keluarga Adeco (Alumni SLB/B Dena Upakara dan Don Bosco)
wilayah Yogyakarta, mengadakan lomba hias Telur Paska, pada hari Minggu, tanggal
22 April 2012 di rumah ibu Dita Rukmini,
di Jln. Timoho, Yogyakarta,
Indonesia. Kegiatan ini berlangsung setelah Misa Paska Bersama dan Pengajian
Keluarga Adeco Yogyakarta. Seluruh anggota Keluarga Adeco Yogyakarta diundang untuk
mengikuti lomba hias Telur Paska. Para
peserta membawa bahan dari rumah masing-masing, yang telah mereka hiasi. Lalu
menyerahkan Telur Hias kreasi mereka
itu kepada ibu Dita Rukmini, pemandu
acara, yang kemudian menata Telur Hias
itu pada empat keranjang kecil. Terdapat 9 peserta yang mengikuti lomba ini:![]() |
| Pemenang Lomba: Pak Hadisutopo |
Sabtu tanggal 14 April 2012, sebelum hari-H Perayaan
Misa Paska Bersama, kami anggota panitia meluangkan waktu untuk datang ke
gereja Gembala Baik pada jam 13.00
siang, guna mempersiapkan berbagai keperluan seperti, perlengkapan Misa, alat-alat
Liturgi, proyektor, layar, bangku, spanduk, gardus minuman aqua gelas, membungkus telur dengan kantong khusus lalu diikat
dengan tali aluminium emas yang
berjumlah 80 butir telur matang, dan lain-lain. Setelah semuanya beres, kami
berkumpul lagi untuk rapat akhir. Kami diberi instruksi oleh ketua PPTRKJ, agar
seluruh anggota panitia sudah harus datang ke gereja pada jam 08.00 pagi sebelum
perayaan Misa, yang akan dimulai pada jam 10.00 pagi. Juga disampaikan oleh
ketua PPTRKJ, bahwa tidak bisa mendapatkan imam untuk Misa. Semua Pastor yang
sempat dihubungi, katanya sedang berhalangan. Maka Pak Rahmat (salah satu anggota panitia), sudah menghubungi Bruder Anton, ketua Yayasan Sekolah
SLB/B Pangudi Luhur, yang pernah
hadir Misa Natal 2011 dan Tahun Baru 2012, untuk menggantikan Pastor memimpin
Kebaktian Paskah Bersama kami. Setelah itu kami bubar. Dan syukurlah, akhirnya
Kebaktian Paskan Bersama, hari Minggu tanggal 15 April 2012 itu, berjalan
dengan lancar dan khidmad. Setelah
Kebaktian, acara dilanjutkan dengan makan siang bersama. Souvenir berupa telur Paskah, dibagi-bagikan oleh panitia kepada
tamu-tamu, ketika mereka hendak pulang.
Raden Ayu Kartini (21 April 1879 -
17 September 1904) atau yang
lebih dikenal sebagai Raden Ajeng Kartini (R. A. Kartini), adalah seorang putri pribumi Jawa yang sangat
menonjol dan terhitung sebagai Pahlawan Nasional Indonesia. Tetapi
Kartini lebih dikenal sebagai
pelopor di bidang hak-hak perempuan untuk para putri Indonesia. R.A. Kartini dilahirkan dalam sebuah keluarga aristokrat Jawa
pada masa ketika pulau
Jawa masih menjadi bagian dari koloni Belanda di Hindia Belanda. Ayah R.
A. Kartini adalah Raden Mas Sosroningrat yang kemudian menjadi Bupati Jepara. Ibunya adalah
istri pertama Raden Mas Sosroningrat, bernama M.
A. Ngasirah, putri dari Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Teluwakur, Jepara, dan Nyai Haji
Siti Aminah.
Pada saat itu, poligami masih
menjadi praktek umum di antara kaum bangsawan di pulau Jawa. Ayah R. A. Kartini, R. M. Sosroningrat, pada awalnya adalah kepala distrik Mayong. Pada waktu itu, peraturan kolonial metentukan bahwa seorang
Bupati harus menikahi seorang anggota bangsawan dan karena M. A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah untuk kedua kalinya dengan Raden Ajeng Woerjan (Moerjam),
keturunan langsung dari Raja Madura. Setelah pernikahan kedua ini, Ayah kandung Kartini itu diangkat menjadi Bupati Jepara, menggantikan salah seorang kerabatnya sendiri, R.
A.
A. Tjitrowikromo.